400 nm
alternatives480 nm
500 nm
540 nm
600 nm
Tags: Question 6 . SURVEY . Ungraded . 300 seconds . Report an issue . Q. Seberkas sinar monokromatis jatuh tegak lurus pada kisi yang terdiri atas 5.000 Cahayamonokromatik yang berasal dari sebuah lampu mempunyai panjang gelombang 600 nm. Cahaya tersebut digunakan pada percobaan interferensi Young yang mempunyai jarak antarcelah 2,0 x 10-5 m dengan jarak antara celah dan layar 0,60 m. Pernyataan-pernyataan yang benar berikut ini adalah Q Sebuah cahaya monokromatis dengan panjang gelombang 5000 A o mengenai kisi yang terdiri dari 10.000 celah/cm. Garis terang order pertama diamati terjadi pada sudut 30 derajat. Apabila kedua ujung kisi ditutup sedemikian rupa hingga cacah celah yang terlewati cahaya tinggal 5000, pada sudut 30 0 tersebut akan diamati. LAeF. Elektromagnetik Kelas 11 SMAGelombang CahayaDifraksiSeberkas cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 600 nm 1 nim=10^-9 m menyinari tegak lurus suatu kisi tang terdiri atas 200 garis/nm. Tentukan a. sudut deviasi orde kedua, b. orde maksimum yang mungkin terlihat pada CahayaGelombang ElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0114Seberkas sinar monokromatik dengan panjang gelombang 5 x...0307Sebuah kisi yang memiliki garis tiap cm digunakan...0151Sebuah kisi yang memiliki garis tiap cm digunakan u...0228Seberkas sinar monokromatis dengan panjang gelombang videoHalo konferensi ini terdapat Seberkas cahaya monokromatik dengan panjang gelombang atau lamda nya 600 nm kita ubah ke m dikali 10 pangkat min 9 dapat 6 kali 10 pangkat min 7 m n nya 200 garis per mm kita ubah ke m menjadi 2 * 10 ^ 5 garis per meter yang ditanya poin a sudut devisiasi atau tanya orde kedua poin B ordernya atau hanya pada saat maksimum di sini kita akan mencari poin a terlebih dahulu yaitu sudutnya kita gunakan rumus interferensi pada celah ganda pola terang yaitu D Sin Teta = n + d yaitu jarak kerahnya dapat kita cari menggunakan d = 1 per n kita substitusikan menjadi 1/2 * 10 ^ 5 didapat dengan 5 kali 10 pangkat min 6 Sin Teta = 2 kali 6 kali 10 pangkat min 7 dibagi denganKali 10 pangkat min 6 didapat Sin Teta 0,24 Jadi totalnya 13,9 derajat. Selanjutnya kita nyari Point b. Orde maksimum nya disini kita gunakan rumus yang sama yaitu D Sin Teta = n * lamda Kita pindah ruas n = d Sin Teta per lamda kita substitusikan 5 kali 10 pangkat min 6 orde maksimum akan dicapai ketika Sin Teta bernilai 1 jadi di sini dikali 1 dibagi 6 kali 10 pangkat min 7 dapat 8,3 atau berkisar di 8 jadi sudut deviasinya 13,9 derajat dan orde maksudnya berkisar di 8 sampai jumpa Disa berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Artikel ini menjelaskan tentang konsep dan jenis dari Interferensi cahaya. — Hai, guyss, siapa di antara kamu yang pernah bikin gelembung dari sabun waktu mandi? Ayo ngakuuu… Nah, kalau pernah, pasti kamu melihat ada warna seperti warna pelangi di gelembung sabunnya, kan? Atau, apa kamu pernah melihat pola terang gelap dari cahaya saat menyinari celah sempit dengan senter? Ternyata kedua peristiwa ini ada hubungannya dengan Fisika loh. Fenomena itu dapat terjadi, salah satunya karena adanya interferensi cahaya, guys. Wah apa tuh interferensi cahaya? Yuk kita kenalan dulu! Interferensi cahaya adalah keadaan saat dua gelombang cahaya atau lebih berpadu dan membentuk gelombang cahaya gabungan. Syarat terjadinya interferensi cahaya ini adalah gelombang-gelombang cahayanya berasal dari sumber yang koheren, sehingga, amplitudo, panjang gelombang, dan frekuensi yang sama, serta beda fase yang selalu tetap. Di sini kita akan ngebahas interferensi celah ganda yang ditemukan oleh Young dan interferensi pada lapisan tipis ya! Kita bahas satu persatu, yukk! Pertama-tama, cahaya melewati satu celah. Selanjutnya, cahaya melewati dua celah sempit. Saat cahaya melewati dua celah sempit, gelombang cahaya akan saling berpadu dan membentuk gelombang cahaya gabungan. Hal ini disebabkan karena gelombang-gelombangnya menempuh panjang lintasan yang berbeda. Nah, perbedaan panjang lintasan ini mengakibatkan gelombang-gelombang mengalami perbedaan fase dan menciptakan pola interferensi. Perbedaan fase ini ada yang saling menguatkan, sehingga menghasilkan interferensi konstruktif, dan ada yang saling melemahkan, sehingga menghasilkan interferensi destruktif. Oke, supaya lebih jelas, lihat gambar ini dulu, deh. Nah, interferensi konstruktif dan destruktif ini ternyata akan menghasilkan dua pola yang berbeda, yaitu terang dan gelap. Interferensi cahaya juga punya rumus, lohh. Jadi, kalau kamu lihat pada gambar di atas, S1 sinar 1 dan S2 sinar 2 dipisahkan oleh jarak d. Untuk mencapai titik P paling atas di layar, S2 harus menempuh lintasan yang lebih panjang daripada S1. Di sini terbentuk suatu sudut antara sinar ke layar. Nah, ingat beda lintasan berpengaruh terhadap fase dan juga interferensi cahaya. Karena perbedaan fase antargelombang akan menghasilkan kelipatan genap atau ganjil yang akan menentukan jenis interferensi itu sendiri. Jadi, bisa disimpulkan rumus beda lintasannya, yaitu d sin θ. Kalau hasil beda lintasannya adalah nol atau kelipatan bulat lainnya dari panjang gelombang, berarti terjadi interferensi konstruktif, sehingga kondisi yang terlihat pada layar adalah terang. Tetapi, jika hasil beda lintasannya adalah kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombang λ/2, 3λ/2, 5λ/2, … , berarti terjadi interferensi destruktif, sehingga kondisi layar akan menjadi gelap. Contoh soal 1. Seberkas cahaya melewati dua celah sempit dengan jarak 0,5 mm. Dua celah tersebut diletakkan 2 m dari sebuah layar. Jika panjang gelombang 650 nm, maka jarak dua garis terang yang berdekatan adalah … 1 nm = 10-9 m. Pembahasan Diketahui d = 0,5 mm = 5 x 10-4 m L = 2 m λ = 650 nm = 650 x 10-9 m Ditanya p = …. Jawab p = λL / d p = 650 x 10-9 m x 2 m / 5 x 10-4 m p = 130 x 10-9 m x 2 / 10-4 p = 2,6 x 10-3 m 2. Pada suatu eksperimen interferensi celah ganda young, jika jarak antara dua celahnya 0,6 mm, jarak antara garis gelap ketiga ke terang pusat menghasilkan jarak 4 mm. Berapakah panjang gelombang tersebut jika jarak layar dengan celah 1,5 m …. Pembahasan Diketahui d = 0,6 mm = 6 x 10-4 m p = 4 mm = 4 x 10-3 m m = 3 L = 1,5 m Ditanya Panjang gelombang λ … Jawab d p / L = m – ½ λ 6 x 10-4 m x 4 x 10-3 m / 1,5 m = 3 – ½ λ 34 x 10-7 / 1,5 = 3 – ½ λ 16 x 10-7 m = 5/2 λ λ = 16 x 10-7 x 2 / 5 m λ = 6,4 x 10-7 m Nah, kamu masih ingat kan dengan kasus warna pelangi pada gelembung sabun di awal tadi? Hal tersebut, terjadi karena adanya interferensi cahaya, yaitu pada lapisan yang tipis. Cahaya yang dipantulkan dari dalam gelembung harus bergerak lebih jauh daripada cahaya yang dipantulkan dari luar atau permukaan gelembung. Nah, di kondisi seperti ini, mereka saling mengganggu dan memperkuat cahaya putih, sehingga terbentuk deh warna-warna indah seperti pelangi yang berputar-putar. Sebenarnya, munculnya warna pelangi ini juga terjadi karena adanya difraksi yang menyebabkan cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik itu masuk ke medium yang berbeda panjang gelombangnya dan mengalami indeks refraksi atau pembiasan yang berbeda-beda juga. Alhasil, sudut pembelokannya juga berbeda sehingga muncul deh warna pelangi. Tapi, disisi lain warna-warna ini menampilkan pola terang dan gelap karena adanya beda panjang lintasan dari berkas gelombang cahaya. Kita bisa lihat dari gambar di atas sinar jatuh di selaput tipis dengan tebal d, di lapisan atas cahaya dipantulkan dan sebagian dibiaskan, kemudian dipantulkan lagi oleh lapisan bawah. Sinar di lintasan atas dan bawah saling berinterferensi tergantung selisih jarak lintasan. Kita juga bisa mengenal lebih dalam fakta menarik tentang interferensi di lapisan tipis ini. Jadi, gelombang yang merambat dari indeks bias n n1 ke n2 mengalami perubahan fase 180ᵒ saat n2 > n1 dan tidak ada perubahan fase jika n2 < n1. Karena perubahan fase, interferensi konstruktif terjadi jika kedua sinar S1 dan S2 menghasilkan beda lintasan 2nd cos r yang sama dengan kelipatan bulat dari setengah panjang gelombang λ. Sementara itu, interferensi bersifat destruktif terjadi jika hasil lintasan kedua sinar sama dengan kelipatan bulat dari panjang gelombang λ. Contoh soal 1. Lapisan tipis gelembung sabun memiliki indeks bias 4/3 disinari cahaya dengan arah tegak lurus pada lapisannya. Jika panjang gelombang 6000 Å, tebal minimum lapisan gelembung sabun itu agar terjadi interferensi konstruktif pertama agar m = 0 adalah …. Pembahasan Diketahui n = 4/3 λ = 6000 Å Ditanya d = … Jawab 2nd cos r = m + ½ λ 2nd cos 0o = 0 + ½ λ 2 x 4/3 x d x 1 = ½ λ 8/3 d = ½ x 6000 d = 9000/8 d = 1125 Å 2. Sinar monokromatik dengan tebal 2,5 x 10-4 mm , arah sinar vertikal di selaput minyak dengan indeks biasnya 1,2. panjang gelombang dalam Å di lapisan minyak agar terjadi pelemahan sinar pertama agar m = 0 adalah…. Pembahasan Diketahui d = 2,5 x 10-4 mm = 2,5 x 10-7 n = 1,2 r = 0 Ditanya λ = …. Jawab λ = 2 n d cos r / m λ = 2 x 1,2 2,5 x 10-7 /1 λ = 6 x 10-7 m atau 6000 Å Oke, gimana nih, sudah lebih paham kan tentang interferensi cahaya? Interferensi yang tadi kita bahas ada dua ya, yaitu interferensi celah ganda atau kita kenal sebagai interferensi celah ganda Young dan interferensi pada lapisan tipis. Nah, seperti yang sudah kamu tahu juga, fenomena terciptanya warna seperti warna pelangi di dalam gelembung sabun merupakan akibat dari peristiwa inteferensi cahaya pada lapisan tipisnya, yang kita ketahui juga ternyata ada peristiwa refraksi di sana. Menarik ya belajar Fisika, bisa kita lihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari juga! — Kak Efira adalah Master Teacher Saintek di Ruangguru. Kesukaannya adalah mendengarkan musik dan mereview blog. Nah, kamu bisa loh belajar materi-materi saintek dengan lebih seru kayak gini di ruangbelajar! Kenapa bisa seru? Soalnya, materinya langsung diajar oleh Master Teacher yang berpengalaman, asik, dan mudah dimengerti. Eits, nggak hanya itu aja, ada juga latihan soal yang lengkap serta video pembahasannya yang bisa kamu download, lho. Tunggu apa lagi, buruan langganan sekarang juga, ya! Referensi Konsep Difraksi dan Interferensi Cahaya’, Kemendikbud, daring. Tautan diakses 17 September 2020 Interference’, Abramowitz, Davidson, daring. Tautan diakses 24 September 2020 Interference Phenomena in Soap Bubbles’, Parry-Hill, Davidson, daring. Tautan diakses 24 September 2020 Interference of Light Waves’, daring. Tautan diakses 24 September 2020 Sumber Foto Pustekkom Kemendikbud 2016, Tautan diakses 24 September 2020 Pustekkom Kemendikbud 2016, Tautan diakses 24 September 2020 Photo By Tautan diakses 24 September 2020 Thomas Young. Mezzotint by G. R. Ward, 1855, after Sir T. Lawrence. Credit Wellcome Collection. Attribution International CC BY BerandaSeberkas cahaya monokromatik melewati kisi dengan ...PertanyaanSeberkas cahaya monokromatik melewati kisi dengan panjang gelombang nm 1 nm = 1 0 − 9 tegak lurus pada kisi difraksi, ternyata diperoleh terang orde kedua membentuk sudut 37 . Banyaknya garis tiap cm pada kisi tersebut adalah . . . .Seberkas cahaya monokromatik melewati kisi dengan panjang gelombang nm tegak lurus pada kisi difraksi, ternyata diperoleh terang orde kedua membentuk sudut 37. Banyaknya garis tiap cm pada kisi tersebut adalah . . . . Institut Pertanian BogorPembahasanKamu perlu mengingat kembali materi mengenai kisi difraksi. Berdasarkan soal diperoleh informasi Rumus difraksi dapat dinyatakan dengan persamaan Maka Banyak garis tiap cm Maka jawaban yang tepat adalah perlu mengingat kembali materi mengenai kisi difraksi. Berdasarkan soal diperoleh informasi Rumus difraksi dapat dinyatakan dengan persamaan Maka Banyak garis tiap cm Maka jawaban yang tepat adalah E. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!3rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!TLTifany Lauravia EfiandyJawaban tidak sesuaiMAMuhammad Adryan Hamada0,5 x 10³ = 500 Jawaban tidak sesuai©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia