Artinya: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. [Q.S Ali Imran: 169] Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 169. Seseorang yang berjuang di jalan Allah dan kemudia mati syahid maka hakikatnya ia tidak mati melainkan hidup dengan mendapatkan rezeki dari Empat Ayat yang menjelaskan ciri-ciri wali Allah dalam Al Qur’an, yaitu: 1- Tidak pernah merasa khawatir dan tidak pernah merasa susah. أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. “Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya).[11] Ayat di atas juga menjadi dalil yang menunjukkan bahawa roh orang yang mati tidak akan kembali, bahkan Allah ﷻ yang berkuasa menahannya dari kembali ke dunia. Ini sepertimana riwayat daripada Sa’id bin A A A. SETIAP Muslimin perlu mengetahui 3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia. Ketiga amalan tersebut adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih. Jadi ketika seseorang sudah meninggal dunia pahala terkait 3 amalan tersebut bakal terus mengalir. Dikutip dari laman Rumaysho, Rabu (3/11/2021), Ustadz Muhammad Abduh Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. kawin lagi dengan bekas suami atau dengan laki-laki yang lain.” Ayat diatas ditafsirkan bahwa ayat tersebut hanya menunjukkan tentang perintah Allah kepada para wali untuk menikahkan anaknya perempuan mereka bukan perintah tentang harusnya keberadaan dalam suatu pernikahan. Apabila Allah berkehendak maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang dapat mencegah-Nya. Ayat yang menjelaskan dalam Al-Quran: "Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali 12. Dia lah orang yang akan menderita bakaran neraka yang amat besar (azab seksanya), 13. Selain dari itu, ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup senang. 14. Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh), 15. Tidak ada seorang manusia pun yang terus merasa senang, dan tidak pula terus dalam duka dan Kesedihan. Semuanya merasakan senang dan duka datang silih berganti. Jangankan kita, generasi terbaik umat ini, para wali Allah, yakni para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pun pernah dirundung kesedihan. Allah menceritakan keadaan mereka saat laMTFG.